untuk membaca per chapter silahkan klik 'Fanfiction Anime' pada menu - New Fanfiction! Tonari Ryouta - kun [Kise Ryouta x Mizutani Shizu] Last Update Chapter 3 03/08/2015 New Fanfiction! I Hate someone who I love [Mayuzumi Kazuyoshi x Akashi Seijuro] Last Update Chapter 2 02/07/2015

Sabtu, 07 Februari 2015

Fanfiction Story - Kuroko No Basuke - Me and Aniki (Kise Ryuu & Kise Ryouta)

KUROKO NO BASUKE:
Me and Aniki (Kise Ryouta)
Genre : Romance , School , Drama, Hurt
Character : Kise Ryuu (OOC) , Kise Ryouta , Akashi Seijuro , Kuroko Tetsuya , Momoi Satsuki , Kasamatsu , Moriyama dkk .
Pair : No Pairing
Places : Kaijou Gakuen , Maji Burger , Home
Author : Putriidlf
Disclaimer : Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Series : Kuroko no Basuke – Chapter 1



Namaku Kise Ryuu . Aku adalah adik Kise Ryouta umur kami selisih 2 tahun . Di musim panas ini aku menjalani kehidupan di SMA Kaijo untuk pertama kalinya setelah lulus dari SMP Teikou .
Kami selalu bersama saat disekolah . Bahkan terlihat dekat sekali . Ryou-nii sangat cerewet dan menyebalkan . Dan dia terlihat seperti sister complex yang tidak ingin adiknya didekati lelaki lain yang menyatakan cintanya padaku . Saat itu aku ingat masa-masa diteikou disaat....

" M-m-maukah kau ja-jadi pa-pacarku Kise-san!!" Kata lelaki itu mengatakan dengan gelagapan berkeringat dingin dan menyerahkan setangkai bunga mawar merah padaku .

"Eto.. ano.. arigatou" kataku mengambil bunga mawar itu dan dia menatap padaku .

"Jadi kau menerimaku?!" Tanyanya penuh keyakinan dan percaya diri .

"Tidak!" Terdengar suara yg tak asing bagiku .

"Ryou-nii?" Panggilanku padanya seperti bertanya .

"Kau tidak bisa menjadikanya pacar-ssu!! Dia milikku! Dan aku yg akan jadi pacarnya-ssu! Kau tidak boleh menyatakan perasaanmu padanya , nee?" Katanya dengan penuh keceriaan dan memelukku erat rasanya susah bernafas .

"Ryou..nii le-lepaskan" kataku sesak karna perlakuanya .

"Kise-chan kakakya sister complex jadi menyerah sajalah.. kau tidak bisa menjadikanya pacar " terdengar suara percakapan laki-laki di barisan belakang saat pelajaran . Ya, hari ini guru berhalangan hadir jadi hanya tugas saja yg kami kerjakan .

"Tapi kise-chan cantik , manis! Dia itu tipeku" kata lelaki itu masih membicarakan diriku yg sepertinya tidak sadar aku mendengar percakapan mereka  . Walau berisik seperti ini aku masih jeli apa yg dibicarakan orang.

"Kau ini mau kise-senpai melabrakmu? Ingat si X (nama disamarkan) nembak aja kakaknya datang lalu melabraknya sepulang sekolah"

"Kurasa jika seperti itu keadaanya aku menyerah" kata laki-laki itu pundung di pojokan . Haa gampang sekali menyerah karena kakakku yang super complex . Aku sempat berpikir apa aku akan punya pacar ya nanti ? Eh pacar ya , selama ini aku menjomblo karna Ryou-nii!! Menyebalkan?!

Kalau diingat-ingat menyebalkan juga ya, sampai-sampai saat festival teikou pun aku tidak boleh berpartneran dengan laki-laki . Hanya dia yang boleh . Akhirnya saat lomba teka-teki pun aku memenangkan bersama dia . Yah, aku tau rumor di teikou jika kau memenangkan lomba maka kau akan bahagia dengan pasanganmu selamanya . Haaa tapi kenapa dengan kakakku sendiri ?! Seandainya aku bisa berpasangan aku ingin dengan... hmm... ya! Dengan dia hehe aku menyukainya tapi entahlah.. Ryou-nii selalu melarangku suka dengan seseorang tapi aku tidak pernah memberitahu siapa dia dan aku tidak akan mai memceritakan padanya ..

" Ryu-cchi! Ayo berangkat kita sudah telat-ssu!" Katanya panik memanggilku dibalik pintu kamar .

"Tunggu Ryou-nii!" Kataku melirik jam sudah menunjukan angka 7.40 . "Gawaat sedikit lagi terlambat . Masa dihari pertamaku harus telat begini?! " kataku langsung menyamber tas dan berlarian menyusul ryou-nii .


"Kita dihukum ryou-nii" kataku yg berdiri disampingnya yg dijemur saat upacara selesai .

"Ryu-cchi susah bangunya sih . Okaasan kan sedang keluar kota Ryu-cchi kerjaanya tidur malam jam 3 pagi siapa yg susah bangunin hueeee Ryu-cchi menyebalkan-ssu! Aku sudah kelas 3 jadi dihukum begini " katanya panjang lebar . Tuh kan cerewetnya kumat lagi . Menyebalkan!

"Ryou-nii cerewet sekali diamlah sedikit atau nanti malah tambah hukumanya" kataku masih setia berdiri di tengah lapangan dengan kakakku yg super meyebalkan bersama dua murid lainya yg terlambat .
Kise-kun dekat dengan cewek lain siapa dia?" Terdengar suara bisik-bisik ramai bahkan bukan terdengar seperti bisikan lagi .
"Mungkin pacarnya Kise-kun!! Kyaaa! Aku tidak rela!!" Terdengar suara riuh dari luar kelas yg menatap kami dilapangan yg panasnya mulai menyengat .. kami-sama andaikan aku tidak datang terlambat hari ini tidak akan jadi 'fenomenal' seperti ini .

"Masuk kedalam kelas kalian pelajaran akan segera dimulai" terdengar suara sensei yang berteriak-teriak menghampiri mereka . Dan tau penyebabnya karena aku dan ryou-nii akhirnya sensei menghampiriku ..
"Kise-san dan kise-kun sebaiknya kalian kembali ke kelas . Kalian penyebab utama membuat siswa disini kehilangan konsentrasi belajar" katanya dengan nada sarkatis membuatku bergidik ngeri . Sensei ini galak sekali dan menusuk sekali kata-katanya seperti seseorang yg ku kenal ... ah lupakan aku belum ingin menceritakanya hehe (author: sedaritadi elo gamau cerita ryuu! Sok bikin kepo orang . Ryu: kan elo thor yg bikin ceritanya. Author : oh ya haha*garing lu thor!*)

" haa menyebalkan kenapa dihari pertama telat begini" kataku dalam hati menopang daguku dengan sebelah tangan dan melihat pemandangan dari jendela disampingku tidak memperhatikan sensei yg sedang berkutat dengan papan tulisnya menjelaskan isi materi .

'Membosankan' dalam hatiku menggerutu dan mengetuk-ngetukkan jari telunjukku pada meja .

'Hee.. Ryou-nii selalu hebat seperti biasanya' kataku menatap permainan sepak bolanya dari jendela .

"Huaaa siapa laki-laki tampan itu?!" Katanya salah seorang perempuan yg berbicara padanya .

"Hee..kau tidak tahu dia kan model majalah!" Dan pertanyaanya pun disahut oleh teman sebangkunya .

"Benarkah?! Ini seperti mimpi bertemu model setampan Kise Ryouta! Pantas saja aku familiar dengan wajahnya" katanya yg masih melanjutkan percakapan .

'Haa.. semua perempuan mudah sekali jatuh cinta denganya . Tidak perkataanku masih belum sesuai nalar logika' (ryuu: thor kalo nulis ff gausah bawa2 buat test ujian deh . Author : gomen tapi emang bener kan? *diguntingsamaryuu*)

"Eh kau ingat tadi pas upacara tadi dia telat dan aku melihat dia bergandengan tangan dengan gadis loh! Kata senpai itu anak kelas 1 ! Kau tau dia siapa..." katanya menjeda perkataanya dan semua anak perempuan melirikku dengan tatapan penuh tanya .

"Ehem.. kalian sudah mengerti?" Tanya sensei yg mulai melihat ke arah kami dan mereka berhenti berdiskusi . Dan tatapan itu sirna karena 'deheman' sensei yang menakutkan .

Istirahat pun tiba . Saat bell aku langsung berlarian menuju atap sekolah untuk 'cari aman' saat ini .

"Gaaahhh... akhirnya aku terlepas dari anak cewe kelasanku dan Ryou-nii! Beserta fans mautnya! Huaahh.. kimochi walaupun tidak seindah di teikou" kataku yg mulai tersenyum miris, entah benak ini merindukan seseorang .
.
.
.
Sepulang sekolah aku tidak boleh pulang oleh Ryou-nii . Dia sedang ada ujian tambahan di kelas karena nilainya pas-pasan dibawah kkm . Baka ne ryou-nii! Ah walau begitu aku pun juga tidak jauh berbeda denganya .

"Sudah selesai? Aku bosan sekali menunggumu Ryou-nii! " kataku cemberut dan menatapnya kesal .

"Ah gomen gomen Ryu-cchi! Aku pusing-ssu! Banyak sekali yg belum aku mengerti huweeee!! Aku rasanya ingin meledak-ssu!!" Katanya mengguncang-guncangkan tubuhku dengan kedua tanganya dibahuku membuatku pusing seketika .

"Mo! Hentikan Ryou-nii kau membuatku pusing!" Saat dia berhenti malah memelukku dengan erat .

"Huweee ryuu-cchi hidoi-ssu! Aku hanya ingin mencurahkan hatiku padamu-ssu!" Katanya yang masih memelukku dan malah memperat . Dan kulihat sekeliling melihat adegan ini . Ku yakin mereka salah paham...

"Hentikan ryou-nii.." kataku menjeda dan dia menatapku bingung .

"Ada apa?" Katanya yg menengok sekeliling dan... "lebih baik kita kabur sekarang-ssu!" Katanya berbisik padaku dan menarik tanganku berlari-larian sepanjang perjalanan pulang . Untung mereka tidak menangkap kami .

"Ryou-nii kapan okaasan dan otousan pulang?! Tanyaku yg melihat isi kulkas kosong seperti jiwa yang hampa... tidak ada dirimu (Ryuu: thor kok lebay amat lagi galau? . Author : iya galau mau tau kenapa? Ryuu: apa? . Author : mikirin kamu *nunjukakashiseijuro* Ryuu : O AZA YA THOR GAPENTING!)

"Aku lapar -ssu! Dikulkas ada makanan apa?! " tanyanya yg masih melihatku tersenyum miris menatap kulkas yg kosong .

"Heeeee?! Tidak ada apa-apa-ssu!! Hidoi!! Mooo!! Aku lapaar sekalii Ryuu-cchi!!" Katanya shok dan mulai menatapku seperti tatapan 'bagaimana ini'

"Baiklaaah ryou-nii tidak usah cerewet aku akan pergi ke minimarket . Sudah ? Kau bilang sedang banyak tugas jadi biar aku saja yg mengurus ini . Oke?" Kataku menepuk bahunya dan dia menatapku nanar dan berkata "ryuu-cchi!!! Aku mencintaimu-ssu!" Katanya memelukku .
"Bisakah kau tidak memelukku sehari saja nee?" Kataku menatapnya dengan death glare .

"Huwaaahh.. kau jadi mirip akashi-cchi .." kata ryouta lirih .

"Kau bilang apa Ryou-nii?" Tanyaku memastikan kata-kata yg telah ia ucapkan tadi .

"Tidak-ssu! Bu-bukan apa-apa! " katanya lalu menyerahkan beberapa uang lembar dari dompetnya . "Aku titip es loli -ssu! Sama pocky!" Katanya tersenyum manis padaku .

"Baiklaah jyaa nee . Ittekimasu" kataku yg sudah keluar pintu.
Saat diperjalanan menuju majiba aku bertemu seseorang yg sering menghampiri Ryou-nii . Dia itu senpainya ryou-nii namanya kasamatsu-senpai dan moriyama-senpai .

"Konbawa Kasamatsu-senpai dan Moriyama-senpai" kataku menyapanya saat di majiba .

"K-Kon-bawa Ki-kise-san?" Kata kasamatsu senpai yg tergagap . Dia sulit dekat dengan wanita jadi dia selalu bersikap gugup saat bertemu denganku .

"Konbawa Ryuu-chan" kata moriyama-senpai tersenyum kearahku dengan tebar pesonanya .
"Kau sedang apa disini? Kau tidak bersama ryouta-kun?" Tanyanya melihatku membawa belanjaan sehabis dari minimarket .

"Ya begitulah senpai . Ryou-nii banyak tugas dan dia super baka jadi dia sedang belajar ekstra untuk ujian nanti . Nee senpai ngomong-ngomong kalian jarang kerumahku . Walau tak selalu basket kenapa tidak mampir? Semenjak kalian lulus aku tidak pernah melihat lagi kalian datang.
" kataku agak kecewa pada mereka .

"Gomen Ryuu-chan, kami sibuk dengan tugas kuliah seabrek dan dosen yang menyebalkan susah ditemui hahaha" tertawanya terdengar miris . "Dan karena hal itu aku semakin sulit mencari gadis impianku" katanya pundung dipojokan . Sepertinya aku salah ngomong tadi .

"Hoi! Moriyama..." katanya kesal melihatnya dan sweatdrop ditempat .

"Ah gomen aku pesan makanan dulu ya . Bye senpai" kataku melambaikan tangan pada kasamatsu-senpai .
Dan kulihat dia memerah karena aku sempat tersenyum padanya . Sepertinya, jika pradugaku benar kasamatsu-senpai ada perasaan padaku tidak ya? Kalo dipikir aku ingin berpacaran dengan seseorang supaya aku tidak selalu dengan ryou-nii! Dan aku juga tidak dicurigai lagi! Karena ryou-nii selalu nempel denganku.. hmm aku akan pikirkan itu nanti dirumah ..

“Tadaima”
“Okaeri!” Teriak Ryou-nii dari kamarnya .
“Nee.. Ryou-nii tadi aku bertemu Kasamatsu-senpai dan moriyama-senpai loh!” kataku meletakkan belanjaan titipanya diatas meja belajar . kuliat dia serius sekali dengan buku-buku yang bertumpukan di meja .
“Nee.. Ryou-nii mendengarkanku tidak?” Kataku menggoyang-goyangkan tubuhnya . serius sekali Ryou-nii belajar?! kesambet apa ya nggak ada angin maupun hujan .
“Gomen-ssu! aku sedang belajar ! kau bilang apa tadi?!” tanyanya menatapku seperti orang tidak mendengarkan apa-apa . sudah kuduga tetap saja dia baka ne..
“Tidak Ryou-nii bukan apa-apa” kataku tak ingin membahasnya .
“Heee!! kau marah padaku-ssu!! aku tidak bermaksud mengacangimu!! gomeeeennnn Ryu-cchi jangaaan marah-ssu!!” katanya menggoyang-goyangkan badanku sambil menangis bombay-nya .
“Hentikan Ryou-nii!! aku pusing” kataku lalu dia berhenti dan tak sengaja mataku menangkap buku yang membuat perhatianku teralih .
“Nee.. Ryou-nii itu-” Kataku terpotong
“Bukan apa-apa ini –ssu!! Aku tidak bermaksud..” katanya mulai menjeda .
“Ryou-nii ingin masuk Universitas Tokyo?! Jadi kau selama ini belajar...” Kataku menjeda dan mencoba memikirkan ini semua . Jika Ryou-nii ke Universitas Tokyo lalu dia tidak akan tinggal dirumah ini lagi . apa Ryou-nii benar-benar serius untuk kesana?
“Gomen Ryuu-cchi!! Otousan bilang begitu-ssu!! Aku super baka nee?! aku tidak tahu bisa lolos seleksi masuk Universitas Tokyo , tapi aku juga menginginkanya-ssu!!” katanya terlihat serius .
“Souka.. jadi kau akan meninggalkanku ya Ryou-nii... ” kataku agak sedih .
“Jangan sedih-ssu!! Aku masih disini kok” katanya tersenyum riang .“Ryu-cchi tak ingin kehilanganku yaaa!! huweeee aku mencintaaimu-ssu!!” katanya memulai pelukan maut itu dan aku berhasil menghindar dengan melempar boneka beruang yang ada dikamar Ryou-nii .
“He?” katanya bingung saat dia memeluk sebuah boneka beruang itu . “Hidoi-ssu! aku ini aniki mu nee? kenapa tak mau aku peluk !! huweeeeh ” katanya mulai bawel dan cerewet .
“Abis Ryou-nii menyebalkan . ” kataku mendengus kesal . seenaknya memelukku memang aku anak kecil haa? Ryou-nii baka desu .
“Ryuu-cchi  jangan kesal begitu padaku .” katanya menatapku berbeda . dan mulai menghampiriku . ada apa Ryou-nii? “Ryuu-cchi... kau sangat manis-ssu, aku mencintaimu ” katanya terlihat serius dan memandangku penuh dengan senyuman manis di wajahnya . Ryou-nii jika kau seperti itu aku ingin menjedotkan palaku ke tembok karena tersepona /eh terpesona maksudnya/ .
“Nee.. Ryou-nii ” panggilku lirih saat dia mendekatiku .
“Apa-ssu?” katanya dengan nada yg sangat berbeda dari biasanya . entah mengapa aku menjadi takut begini . “Aku mencintaimu-ssu , kau tidak sadar anikimu ini selalu mencintaimu?” tanyanya terlihat serius dan mulai meletakkan tanganya diatas puncak kepalaku dan mengelus-elusnya . “Kenapa kau diam saja-ssu? kau sepertinya bingung?” Tanyanya menatapku intens . membuatku kehilangan fokus . pikiranku tak menentu . bertanya-tanya atas perlakuanya saat ini
“Baiklah-ssu, aku memelukmu ya?” tanyanya mulai memeluk tubuhku . entah mengapa aku tidak memberontak saat dia berkata seperti itu . entah mengapa rasanya berbeda dari biasanya . aku juga bisa mendengar detak jantungnya berdebar-debar lebih kencang . entah mengapa perasaan seperti itu menular , aku tidak bisa menahan rasa detakan jantungku semoga Ryou-nii tidak menyadarinya .
“Ryuu-cchi sudah malam kau tidur saja duluan . nanti tidak ada yang bisa bangun pagi kalau kita sama-sama tidur larut malam-ssu!” katanya mengusap suraiku lembut dan tersenyum lembut lalu mengecup keningku . “Oyasumi” katanya singkat lalu menggandeng tanganku ke kamarku dan aku terlihat seperti orang terhipnotis karena perlakuanya .
.
.
.
Pagi ini kami berangkat seperti biasanya ..
Tetap saja disekolah aku jadi sulit berteman jika seperti ini keadaanya ....
“Gadis itu adiknya Kise-kun? Hwaahhh pantas saja mirip kalau diperhatikan . enaknya punya kakak model .” kata gadis bergosip-ria di lorong sekolah saat diriku melintas menuju kelasku .
“Kalau dia adiknya kita tanya-tanya saja tentang Kise-kun!! Kita masih punya harapan untuk menjadi kekasihnya Kise-kun!” Huaah.. firasat buruk sebaiknya aku menghindar dari mereka . ini sebabnya aku tidak ingin dekat-dekat dengan Ryou-nii jadi sasaran empuk para fans fanatiknya .
Bell pun berbunyi dan memulai pelajaran seperti biasa . pelajaran dimulai seperti biasa , Jam pertama ini pelajaran yang entah aku menyukainya atau tidak tapi aku selalu bisa melakukanya yaitu yang berhubungan dengan eksak (Fisika, math dkk deh maksudnya hehe) bukan berati aku pintar disemua pelajaran , aku tidak pernah belajar dirumah sekalipun ulangan karena itu aku terlihat sama bodohnya dengan Ryou-nii .
Tidak ada teman baru selama aku dikelas ini . nasibku tidak berbeda jauh ketika di teikou . tapi aku senang bisa bertemu dengan dia yang bisa menemani hari-hariku di teikou walaupun hanya sebentar ..
Ya , Dia yang tidak disukai Ryou-nii dan Dia pun membenci Ryou-nii ..
Aku tidak tahu dimana dia sekarang  .
.
.
.
“Ryuu-cchi!!” Teriaknya saat melihatku makan kare di kantin .
“Kau jahat sekali padaku-ssu!! aku sudah ke kelasmu tadi malah meninggalkanku!! kau ini tidak menganggapku Anikimu ya? huweeee!! Ryuu-cchi hidoi-ssu” cerewetnya mulai kumat lantaran aku tinggal kabur .
“Moo ! Yamete Ryou-nii! kau jangan bersikap seperti itu padaku ! aku hanya tidak menjadi korban fansmu! mengerti tidaak arrghhh!! Aku tidak mau seperti ini terus aku akan mendapatkan pacar! ya supaya aku tidak dekat-dekat dengan Ryou-nii lagi!” kataku mulaai kesal terhadapnya dan tak sengaja mengucapkan kata-kata yang menusuk padanya .
“Tidak boleh –ssu!! Kau menyakiti hati Anikimu kau kejam sekali –ssu..” katanya mulai pergi meninggalkanku . sepertinya memang aku salah ngomong tadi kayaknya dia beneran marah tuh biasanya ngomel-ngomel sampai aku mati kutu tapi dia nggak bales apa-apa malah pergi . yaudah nanti aja minta maafnya . aku jadi nggak nafsu makan kare .
“Apa salah aku ingin bebas dari semua ini..” lirihku menatap kare yang mulai mendingin . dan kantin mulai sepi bahkan bell pun sudah berbunyi tanpa sadar . tak terasa air mata ini menetes dengan sendirinya . menyebalkan mengapa aku menyesal mengatakan hal seperti itu?
Dikelas pun aku tidak konsentrasi belajar . bahkan aku tertidur dikelas . beruntungnya aku duduk bagian paling belakang jadi tidak terkena omelan dari sensei . dan yang menyebalkan adalah aku tidur dikelas tidak ada satupun siswa yang membangunkan diriku dan kulirik jam sudah sore . kulihat cahaya sudah berwarna jingga . kubereskan alat-alat tulis beserta teman-temannya . sepertinya aku pulang sangat terlambat , Ryou-nii juga tidak menghampiriku atau menghubungiku . sepertinya nasi sudah menjadi bubur . apa boleh buat untuk menutup kesepianku akan kucoba mencari pacar . Pacar ya? aku sendiri tidak tahu rasanya pacaran itu seperti apa . ah iya tanya para senpai-tachi saja! siapa tau mereka mau jadi pacarku ! dengan begitu aku bisa jauh dari Ryou-nii! karena Ryou-nii paling tidak ingin aku berpacaran dengan lelaki lain . ide bagus! tapi aku menyakitinya? aku tahu tapi aku sudah bosan hidup seperti ini . aku tidak ingin kata-kata itu muncul selalu saat aku masih di teikou dan di kaijou pun mesti begitu? sudah cukup kesabaranku kali ini dan aku akan menjauhinya ...
Karena semakin aku dekat dengannya , Aku semakin merasakan perasaan aneh berkecamuk dalam diriku . Aku tidak mengerti itu apa hanya saja itu menyiksa diriku ...
.
.
.
Aku rasa tidak akan langsung pulang , aku ingin melampiaskan rasa sedihku di majiba saja .
Saat di majiba aku hanya memesan banyak ice cream Sunday cherry . dan tak sengaja aku melihat seseorang yang tak asing bagiku .
“Konbawa Kise-san .” Katanya menyapaku dengan minuman vanila milkshake-nya .
“Konbawa Kuroko-Senpai” kataku membalas sapaanya
“Mau duduk bersama ?” Tanyanya padaku .
“Haik! ” Kataku lalu kami duduk berlawanan arah .
“Ano Kise-san bagaimana kabar Kise-kun?” Tanyanya memulai percakapan . entah mengapa aku tidak ingin membahas Aniki . aku sedang bermasalah denganya jadi itu mengapa aku disini .
“Senpai! kau masih suka vanila milkshake” Kataku mengalihkan perhatiannya .
“Kau seperti tidak membicarakan Kise-kun ada masalah apa kau denganya?” Tanyanya datar padaku .
“Ano... Kuroko-senpai gomene, aku hanya berpikir aku..ah iya!” kataku teringat sesuatu .
“Kise-san kau sedikit aneh cara bicaramu .” Katanya datar .
“Ah gomen e..etoo hmm.. Senpai...” kataku mulai menjeda perkataanku
“Ada apa?” Tanyanya kembali .
“Senpai , apa kau mau menjadi pacarku?” Tanyaku blak-blakan dan membuat kuroko menyembur vanila milkshake-nya yang baru dia minum .
“Kise-san kau bicara apa? Apa aku tidak salah dengar?” katanya menatapku dan ekspresinya tetap datar .
“Memang salah jika aku berpacaran denganmu senpai?!” kataku bingung
“Kise-san.. ” Katanya lirih seperti memikirkan sesuatu untuk mengatakan sesuatu padaku .
“Ti-Tidak boleeh!! Tetsu-kun hanya untukku Ryuu-chaan!!moo !! jangan menyatakan se-seperti i-itu pada Te-tetsu-kun” Katanya yang tiba-tiba datang menghampiri meja kami berdua .
“Satsuki-senpai!” kataku kaget saat dia mengatakan secara tiba-tiba .
“Ryuu-chan kau cari cowok lain selain tetsu-kun! Kau tidak bisa berpacaran dengannya nee?” katanya menegaskan kembali .
“Tapi Satsuki-senpai Kuroko-senpai belum memberikan jawaban . ” kataku mengelak
“Tetsu-kun!” lirih Satsuki-senpai menatapnya seperti ‘kau tolak permintaanya saja’ .
“Gomen Kise-san aku tidak bisa memberikan jawaban apa-apa padamu .” katanya agak bingung dengan kondisi seperti ini .
“Kalau begitu jadinya aku tidak tahu lagi siapa yang bisa aku jadikan pacar” kataku lirih dan ekspresiku berubah menjadi sedih .
“Hee? kupikir kau menyukai tetsu-kun!” kata Satsuki-senpai kaget dengan kata-kataku .
“memang harus aku menyukai kuroko-senpai dulu baru aku boleh jadi pacarnya?” kataku bingung dan mereka berdua sweatdrop menatapku .
“Kise-chan kalau kau bisa merasakan perasaan senang pada seseorang yang membuatmu memikirkannya terus itu berati kau memiliki perasaan itu .” Kata Satsuki-senpai memberikan saran padaku .
“Aku pernah memiliki perasaan seperti itu satsuki-senpai..” kataku lirih seperti mengingat kejadian yang sudah lama . “Tapi kurasa aku tidak terlalu mengingatnya hehe jadi aku tidak tahu rasanya seperti apa..” kataku menggaruk-garukan kepalaku yang tidak gatal .
“Aku rasa aku bisa memberikan saran untukmu Kise-chan! hmm... Coba kau bertanya pada Daiki-kun siapa tahu dia mau menjadi pacarmu! dia jomblo loh” katanya memberikan ide . entah mengapa dia sedari tadi sepertinya ingin aku tidak ‘memaksa’ kuroko-senpai jadi pacarku jadi memberikan ide lain untukku .
“Baiklah.. Jyaa nee Satsuki-senpai , Kuroko-senpai” kataku mulai bangkit dari dudukku dan pulang kerumah .
.
.
.
“Tadaima...” kataku lirih karena ku tahu ruangan ini kosong . Ryou-nii juga sepertinya sudah dirumah . hanya saja terlihat sepi tidak ada sahutan ‘okaeri’ . menyedihkan..
“Ryou-nii” kataku lirih didepan pintu kamarnya yang terlihat lampu masih menyala . tanpa sadar aku meneteskan air mataku dan memanggilnya lirih didalam hatiku . sesak rasanya seperti ini , entah mengapa sesak sekali rasanya menahan perasaan yang berkecamuk dalam diriku seperti ingin menyiksaku lebih lama . tak sadar aku mulai terkulai lemas didepan pintunya dan menyenderkan badanku pada dinding dengan memeluk kedua kakiku . aku mulai menunduk dan meneteskan air mataku .. sangat perih rasanya ..
sedih rasanya mengatakan yang tak ingin ku katakan ,
Rapuh rasanya melihat kondisiku yang menyadari satu hal,
Aku mulai menyukainya ,
Tapi aku tidak ingin terlalu jauh dengannya , atau perasaan ini akan menyiksaku sepanjang hidupku .
Ryou-nii..
Kau membenciku kan sekarang?
Aku malah sebaliknya , apa kau akan memaafkanku?
.
.
.
TBC
Author’s note :

Doh lagi fokus buat test ujian malah nulis FF lagi /parahlu/ buat selingan aja ini FF iseng lagi dapet ide aja kalo jadi adeknya Kise Ryouta kayak gimana yaa~ /waah/ . silahkan ripiuw gan~~ pengen sih publish di akun ff cuman masalahnya mimin gakbisa makenya /payahluthorkananakTImasagabisa?/ bagi yang berkenan berkomentar kasih masukan buat mimin agar FF ini gak ngebosenin . jyaaa~~ nee~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar