KUROKO NO BASUKE:
Me and Aniki (Kise Ryouta)
Genre : Romance , School , Drama, Hurt
Character : Kise Ryuu (OOC) , Kise Ryouta , Akashi Seijuro , Kuroko Tetsuya , Momoi Satsuki , Kasamatsu , Moriyama dkk .
Pair : No Pairing
Places : Kaijou Gakuen , Maji Burger , Home
Author : Putriidlf
Disclaimer : Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Series : Kuroko no Basuke – Chapter 1
Namaku Kise Ryuu . Aku adalah adik Kise Ryouta umur kami
selisih 2 tahun . Di musim panas ini aku menjalani kehidupan di SMA Kaijo untuk
pertama kalinya setelah lulus dari SMP Teikou .
Kami selalu bersama saat disekolah . Bahkan terlihat dekat
sekali . Ryou-nii sangat cerewet dan menyebalkan . Dan dia terlihat seperti
sister complex yang tidak ingin adiknya didekati lelaki lain yang menyatakan
cintanya padaku . Saat itu aku ingat masa-masa diteikou disaat....
" M-m-maukah kau ja-jadi pa-pacarku Kise-san!!"
Kata lelaki itu mengatakan dengan gelagapan berkeringat dingin dan menyerahkan
setangkai bunga mawar merah padaku .
"Jadi kau menerimaku?!" Tanyanya penuh keyakinan
dan percaya diri .
"Tidak!" Terdengar suara yg tak asing bagiku .
"Ryou-nii?" Panggilanku padanya seperti bertanya .
"Kau tidak bisa menjadikanya pacar-ssu!! Dia milikku!
Dan aku yg akan jadi pacarnya-ssu! Kau tidak boleh menyatakan perasaanmu
padanya , nee?" Katanya dengan penuh keceriaan dan memelukku erat rasanya
susah bernafas .
"Ryou..nii le-lepaskan" kataku sesak karna
perlakuanya .
"Kise-chan kakakya sister complex jadi menyerah
sajalah.. kau tidak bisa menjadikanya pacar " terdengar suara percakapan
laki-laki di barisan belakang saat pelajaran . Ya, hari ini guru berhalangan
hadir jadi hanya tugas saja yg kami kerjakan .
"Tapi kise-chan cantik , manis! Dia itu tipeku"
kata lelaki itu masih membicarakan diriku yg sepertinya tidak sadar aku
mendengar percakapan mereka . Walau
berisik seperti ini aku masih jeli apa yg dibicarakan orang.
"Kau ini mau kise-senpai melabrakmu? Ingat si X (nama
disamarkan) nembak aja kakaknya datang lalu melabraknya sepulang sekolah"
"Kurasa jika seperti itu keadaanya aku menyerah"
kata laki-laki itu pundung di pojokan . Haa gampang sekali menyerah karena
kakakku yang super complex . Aku sempat berpikir apa aku akan punya pacar ya
nanti ? Eh pacar ya , selama ini aku menjomblo karna Ryou-nii!! Menyebalkan?!
Kalau diingat-ingat menyebalkan juga ya, sampai-sampai saat
festival teikou pun aku tidak boleh berpartneran dengan laki-laki . Hanya dia
yang boleh . Akhirnya saat lomba teka-teki pun aku memenangkan bersama dia .
Yah, aku tau rumor di teikou jika kau memenangkan lomba maka kau akan bahagia
dengan pasanganmu selamanya . Haaa tapi kenapa dengan kakakku sendiri ?!
Seandainya aku bisa berpasangan aku ingin dengan... hmm... ya! Dengan dia hehe
aku menyukainya tapi entahlah.. Ryou-nii selalu melarangku suka dengan
seseorang tapi aku tidak pernah memberitahu siapa dia dan aku tidak akan mai
memceritakan padanya ..
" Ryu-cchi! Ayo berangkat kita sudah telat-ssu!"
Katanya panik memanggilku dibalik pintu kamar .
"Tunggu Ryou-nii!" Kataku melirik jam sudah
menunjukan angka 7.40 . "Gawaat sedikit lagi terlambat . Masa dihari
pertamaku harus telat begini?! " kataku langsung menyamber tas dan
berlarian menyusul ryou-nii .
"Kita dihukum ryou-nii" kataku yg berdiri
disampingnya yg dijemur saat upacara selesai .
"Ryu-cchi susah bangunya sih . Okaasan kan sedang
keluar kota Ryu-cchi kerjaanya tidur malam jam 3 pagi siapa yg susah bangunin
hueeee Ryu-cchi menyebalkan-ssu! Aku sudah kelas 3 jadi dihukum begini "
katanya panjang lebar . Tuh kan cerewetnya kumat lagi . Menyebalkan!
"Ryou-nii cerewet sekali diamlah sedikit atau nanti
malah tambah hukumanya" kataku masih setia berdiri di tengah lapangan
dengan kakakku yg super meyebalkan bersama dua murid lainya yg terlambat .
Kise-kun dekat dengan cewek lain siapa dia?" Terdengar
suara bisik-bisik ramai bahkan bukan terdengar seperti bisikan lagi .
"Mungkin pacarnya Kise-kun!! Kyaaa! Aku tidak
rela!!" Terdengar suara riuh dari luar kelas yg menatap kami dilapangan yg
panasnya mulai menyengat .. kami-sama andaikan aku tidak datang terlambat hari
ini tidak akan jadi 'fenomenal' seperti ini .
"Masuk kedalam kelas kalian pelajaran akan segera
dimulai" terdengar suara sensei yang berteriak-teriak menghampiri mereka .
Dan tau penyebabnya karena aku dan ryou-nii akhirnya sensei menghampiriku ..
"Kise-san dan kise-kun sebaiknya kalian kembali ke
kelas . Kalian penyebab utama membuat siswa disini kehilangan konsentrasi
belajar" katanya dengan nada sarkatis membuatku bergidik ngeri . Sensei
ini galak sekali dan menusuk sekali kata-katanya seperti seseorang yg ku kenal
... ah lupakan aku belum ingin menceritakanya hehe (author: sedaritadi elo
gamau cerita ryuu! Sok bikin kepo orang . Ryu: kan elo thor yg bikin ceritanya.
Author : oh ya haha*garing lu thor!*)
" haa menyebalkan kenapa dihari pertama telat
begini" kataku dalam hati menopang daguku dengan sebelah tangan dan
melihat pemandangan dari jendela disampingku tidak memperhatikan sensei yg
sedang berkutat dengan papan tulisnya menjelaskan isi materi .
'Membosankan' dalam hatiku menggerutu dan mengetuk-ngetukkan
jari telunjukku pada meja .
'Hee.. Ryou-nii selalu hebat seperti biasanya' kataku
menatap permainan sepak bolanya dari jendela .
"Huaaa siapa laki-laki tampan itu?!" Katanya salah
seorang perempuan yg berbicara padanya .
"Hee..kau tidak tahu dia kan model majalah!" Dan
pertanyaanya pun disahut oleh teman sebangkunya .
"Benarkah?! Ini seperti mimpi bertemu model setampan
Kise Ryouta! Pantas saja aku familiar dengan wajahnya" katanya yg masih
melanjutkan percakapan .
'Haa.. semua perempuan mudah sekali jatuh cinta denganya .
Tidak perkataanku masih belum sesuai nalar logika' (ryuu: thor kalo nulis ff
gausah bawa2 buat test ujian deh . Author : gomen tapi emang bener kan?
*diguntingsamaryuu*)
"Eh kau ingat tadi pas upacara tadi dia telat dan aku
melihat dia bergandengan tangan dengan gadis loh! Kata senpai itu anak kelas 1
! Kau tau dia siapa..." katanya menjeda perkataanya dan semua anak
perempuan melirikku dengan tatapan penuh tanya .
"Ehem.. kalian sudah mengerti?" Tanya sensei yg
mulai melihat ke arah kami dan mereka berhenti berdiskusi . Dan tatapan itu
sirna karena 'deheman' sensei yang menakutkan .
Istirahat pun tiba . Saat bell aku langsung berlarian menuju
atap sekolah untuk 'cari aman' saat ini .
"Gaaahhh... akhirnya aku terlepas dari anak cewe
kelasanku dan Ryou-nii! Beserta fans mautnya! Huaahh.. kimochi walaupun tidak
seindah di teikou" kataku yg mulai tersenyum miris, entah benak ini
merindukan seseorang .
.
.
.
Sepulang sekolah aku tidak boleh pulang oleh Ryou-nii . Dia
sedang ada ujian tambahan di kelas karena nilainya pas-pasan dibawah kkm . Baka
ne ryou-nii! Ah walau begitu aku pun juga tidak jauh berbeda denganya .
"Sudah selesai? Aku bosan sekali menunggumu Ryou-nii!
" kataku cemberut dan menatapnya kesal .
"Ah gomen gomen Ryu-cchi! Aku pusing-ssu! Banyak sekali
yg belum aku mengerti huweeee!! Aku rasanya ingin meledak-ssu!!" Katanya
mengguncang-guncangkan tubuhku dengan kedua tanganya dibahuku membuatku pusing
seketika .
"Mo! Hentikan Ryou-nii kau membuatku pusing!" Saat
dia berhenti malah memelukku dengan erat .
"Huweee ryuu-cchi hidoi-ssu! Aku hanya ingin
mencurahkan hatiku padamu-ssu!" Katanya yang masih memelukku dan malah
memperat . Dan kulihat sekeliling melihat adegan ini . Ku yakin mereka salah
paham...
"Hentikan ryou-nii.." kataku menjeda dan dia
menatapku bingung .
"Ada apa?" Katanya yg menengok sekeliling dan...
"lebih baik kita kabur sekarang-ssu!" Katanya berbisik padaku dan
menarik tanganku berlari-larian sepanjang perjalanan pulang . Untung mereka
tidak menangkap kami .
"Ryou-nii kapan okaasan dan otousan pulang?! Tanyaku yg
melihat isi kulkas kosong seperti jiwa yang hampa... tidak ada dirimu (Ryuu:
thor kok lebay amat lagi galau? . Author : iya galau mau tau kenapa? Ryuu: apa?
. Author : mikirin kamu *nunjukakashiseijuro* Ryuu : O AZA YA THOR GAPENTING!)
"Aku lapar -ssu! Dikulkas ada makanan apa?! "
tanyanya yg masih melihatku tersenyum miris menatap kulkas yg kosong .
"Heeeee?! Tidak ada apa-apa-ssu!! Hidoi!! Mooo!! Aku
lapaar sekalii Ryuu-cchi!!" Katanya shok dan mulai menatapku seperti
tatapan 'bagaimana ini'
"Baiklaaah ryou-nii tidak usah cerewet aku akan pergi
ke minimarket . Sudah ? Kau bilang sedang banyak tugas jadi biar aku saja yg
mengurus ini . Oke?" Kataku menepuk bahunya dan dia menatapku nanar dan
berkata "ryuu-cchi!!! Aku mencintaimu-ssu!" Katanya memelukku .
"Bisakah kau tidak memelukku sehari saja nee?"
Kataku menatapnya dengan death glare .
"Huwaaahh.. kau jadi mirip akashi-cchi .." kata
ryouta lirih .
"Kau bilang apa Ryou-nii?" Tanyaku memastikan
kata-kata yg telah ia ucapkan tadi .
"Tidak-ssu! Bu-bukan apa-apa! " katanya lalu
menyerahkan beberapa uang lembar dari dompetnya . "Aku titip es loli -ssu!
Sama pocky!" Katanya tersenyum manis padaku .
"Baiklaah jyaa nee . Ittekimasu" kataku yg sudah
keluar pintu.
Saat diperjalanan menuju majiba aku bertemu seseorang yg
sering menghampiri Ryou-nii . Dia itu senpainya ryou-nii namanya
kasamatsu-senpai dan moriyama-senpai .
"Konbawa Kasamatsu-senpai dan Moriyama-senpai"
kataku menyapanya saat di majiba .
"K-Kon-bawa Ki-kise-san?" Kata kasamatsu senpai yg
tergagap . Dia sulit dekat dengan wanita jadi dia selalu bersikap gugup saat
bertemu denganku .
"Konbawa Ryuu-chan" kata moriyama-senpai tersenyum
kearahku dengan tebar pesonanya .
"Kau sedang apa disini? Kau tidak bersama
ryouta-kun?" Tanyanya melihatku membawa belanjaan sehabis dari minimarket
.
"Ya begitulah senpai . Ryou-nii banyak tugas dan dia
super baka jadi dia sedang belajar ekstra untuk ujian nanti . Nee senpai
ngomong-ngomong kalian jarang kerumahku . Walau tak selalu basket kenapa tidak
mampir? Semenjak kalian lulus aku tidak pernah melihat lagi kalian datang.
" kataku agak kecewa pada mereka .
"Gomen Ryuu-chan, kami sibuk dengan tugas kuliah
seabrek dan dosen yang menyebalkan susah ditemui hahaha" tertawanya
terdengar miris . "Dan karena hal itu aku semakin sulit mencari gadis
impianku" katanya pundung dipojokan . Sepertinya aku salah ngomong tadi .
"Hoi! Moriyama..." katanya kesal melihatnya dan
sweatdrop ditempat .
"Ah gomen aku pesan makanan dulu ya . Bye senpai"
kataku melambaikan tangan pada kasamatsu-senpai .
Dan kulihat dia memerah karena aku sempat tersenyum padanya
. Sepertinya, jika pradugaku benar kasamatsu-senpai ada perasaan padaku tidak
ya? Kalo dipikir aku ingin berpacaran dengan seseorang supaya aku tidak selalu
dengan ryou-nii! Dan aku juga tidak dicurigai lagi! Karena ryou-nii selalu
nempel denganku.. hmm aku akan pikirkan itu nanti dirumah ..
“Tadaima”
“Okaeri!” Teriak Ryou-nii dari kamarnya .
“Nee.. Ryou-nii tadi aku bertemu Kasamatsu-senpai dan
moriyama-senpai loh!” kataku meletakkan belanjaan titipanya diatas meja belajar
. kuliat dia serius sekali dengan buku-buku yang bertumpukan di meja .
“Nee.. Ryou-nii mendengarkanku tidak?” Kataku
menggoyang-goyangkan tubuhnya . serius sekali Ryou-nii belajar?! kesambet apa
ya nggak ada angin maupun hujan .
“Gomen-ssu! aku sedang belajar ! kau bilang apa tadi?!”
tanyanya menatapku seperti orang tidak mendengarkan apa-apa . sudah kuduga
tetap saja dia baka ne..
“Tidak Ryou-nii bukan apa-apa” kataku tak ingin membahasnya
.
“Heee!! kau marah padaku-ssu!! aku tidak bermaksud
mengacangimu!! gomeeeennnn Ryu-cchi jangaaan marah-ssu!!” katanya menggoyang-goyangkan
badanku sambil menangis bombay-nya .
“Hentikan Ryou-nii!! aku pusing” kataku lalu dia berhenti
dan tak sengaja mataku menangkap buku yang membuat perhatianku teralih .
“Nee.. Ryou-nii itu-” Kataku terpotong
“Bukan apa-apa ini –ssu!! Aku tidak bermaksud..” katanya
mulai menjeda .
“Ryou-nii ingin masuk Universitas Tokyo?! Jadi kau selama
ini belajar...” Kataku menjeda dan mencoba memikirkan ini semua . Jika Ryou-nii
ke Universitas Tokyo lalu dia tidak akan tinggal dirumah ini lagi . apa
Ryou-nii benar-benar serius untuk kesana?
“Gomen Ryuu-cchi!! Otousan bilang begitu-ssu!! Aku super
baka nee?! aku tidak tahu bisa lolos seleksi masuk Universitas Tokyo , tapi aku
juga menginginkanya-ssu!!” katanya terlihat serius .
“Souka.. jadi kau akan meninggalkanku ya Ryou-nii... ”
kataku agak sedih .
“Jangan sedih-ssu!! Aku masih disini kok” katanya tersenyum
riang .“Ryu-cchi tak ingin kehilanganku yaaa!! huweeee aku mencintaaimu-ssu!!”
katanya memulai pelukan maut itu dan aku berhasil menghindar dengan melempar
boneka beruang yang ada dikamar Ryou-nii .
“He?” katanya bingung saat dia memeluk sebuah boneka beruang
itu . “Hidoi-ssu! aku ini aniki mu nee? kenapa tak mau aku peluk !! huweeeeh ”
katanya mulai bawel dan cerewet .
“Abis Ryou-nii menyebalkan . ” kataku mendengus kesal .
seenaknya memelukku memang aku anak kecil haa? Ryou-nii baka desu .
“Ryuu-cchi jangan
kesal begitu padaku .” katanya menatapku berbeda . dan mulai menghampiriku .
ada apa Ryou-nii? “Ryuu-cchi... kau sangat manis-ssu, aku mencintaimu ” katanya
terlihat serius dan memandangku penuh dengan senyuman manis di wajahnya .
Ryou-nii jika kau seperti itu aku ingin menjedotkan palaku ke tembok karena
tersepona /eh terpesona maksudnya/ .
“Nee.. Ryou-nii ” panggilku lirih saat dia mendekatiku .
“Apa-ssu?” katanya dengan nada yg sangat berbeda dari
biasanya . entah mengapa aku menjadi takut begini . “Aku mencintaimu-ssu , kau
tidak sadar anikimu ini selalu mencintaimu?” tanyanya terlihat serius dan mulai
meletakkan tanganya diatas puncak kepalaku dan mengelus-elusnya . “Kenapa kau
diam saja-ssu? kau sepertinya bingung?” Tanyanya menatapku intens . membuatku
kehilangan fokus . pikiranku tak menentu . bertanya-tanya atas perlakuanya saat
ini
“Baiklah-ssu, aku memelukmu ya?” tanyanya mulai memeluk
tubuhku . entah mengapa aku tidak memberontak saat dia berkata seperti itu .
entah mengapa rasanya berbeda dari biasanya . aku juga bisa mendengar detak
jantungnya berdebar-debar lebih kencang . entah mengapa perasaan seperti itu
menular , aku tidak bisa menahan rasa detakan jantungku semoga Ryou-nii tidak
menyadarinya .
“Ryuu-cchi sudah malam kau tidur saja duluan . nanti tidak
ada yang bisa bangun pagi kalau kita sama-sama tidur larut malam-ssu!” katanya
mengusap suraiku lembut dan tersenyum lembut lalu mengecup keningku . “Oyasumi”
katanya singkat lalu menggandeng tanganku ke kamarku dan aku terlihat seperti
orang terhipnotis karena perlakuanya .
.
.
.
Pagi ini kami berangkat seperti biasanya ..
Tetap saja disekolah aku jadi sulit berteman jika seperti
ini keadaanya ....
“Gadis itu adiknya Kise-kun? Hwaahhh pantas saja mirip kalau
diperhatikan . enaknya punya kakak model .” kata gadis bergosip-ria di lorong
sekolah saat diriku melintas menuju kelasku .
“Kalau dia adiknya kita tanya-tanya saja tentang Kise-kun!!
Kita masih punya harapan untuk menjadi kekasihnya Kise-kun!” Huaah.. firasat
buruk sebaiknya aku menghindar dari mereka . ini sebabnya aku tidak ingin
dekat-dekat dengan Ryou-nii jadi sasaran empuk para fans fanatiknya .
Bell pun berbunyi dan memulai pelajaran seperti biasa .
pelajaran dimulai seperti biasa , Jam pertama ini pelajaran yang entah aku
menyukainya atau tidak tapi aku selalu bisa melakukanya yaitu yang berhubungan
dengan eksak (Fisika, math dkk deh maksudnya hehe) bukan berati aku pintar disemua
pelajaran , aku tidak pernah belajar dirumah sekalipun ulangan karena itu aku
terlihat sama bodohnya dengan Ryou-nii .
Tidak ada teman baru selama aku dikelas ini . nasibku tidak
berbeda jauh ketika di teikou . tapi aku senang bisa bertemu dengan dia yang
bisa menemani hari-hariku di teikou walaupun hanya sebentar ..
Ya , Dia yang tidak disukai Ryou-nii dan Dia pun membenci
Ryou-nii ..
Aku tidak tahu dimana dia sekarang .
.
.
.
“Ryuu-cchi!!” Teriaknya saat melihatku makan kare di kantin
.
“Kau jahat sekali padaku-ssu!! aku sudah ke kelasmu tadi
malah meninggalkanku!! kau ini tidak menganggapku Anikimu ya? huweeee!!
Ryuu-cchi hidoi-ssu” cerewetnya mulai kumat lantaran aku tinggal kabur .
“Moo ! Yamete Ryou-nii! kau jangan bersikap seperti itu
padaku ! aku hanya tidak menjadi korban fansmu! mengerti tidaak arrghhh!! Aku
tidak mau seperti ini terus aku akan mendapatkan pacar! ya supaya aku tidak
dekat-dekat dengan Ryou-nii lagi!” kataku mulaai kesal terhadapnya dan tak
sengaja mengucapkan kata-kata yang menusuk padanya .
“Tidak boleh –ssu!! Kau menyakiti hati Anikimu kau kejam
sekali –ssu..” katanya mulai pergi meninggalkanku . sepertinya memang aku salah
ngomong tadi kayaknya dia beneran marah tuh biasanya ngomel-ngomel sampai aku
mati kutu tapi dia nggak bales apa-apa malah pergi . yaudah nanti aja minta
maafnya . aku jadi nggak nafsu makan kare .
“Apa salah aku ingin bebas dari semua ini..” lirihku menatap
kare yang mulai mendingin . dan kantin mulai sepi bahkan bell pun sudah
berbunyi tanpa sadar . tak terasa air mata ini menetes dengan sendirinya .
menyebalkan mengapa aku menyesal mengatakan hal seperti itu?
Dikelas pun aku tidak konsentrasi belajar . bahkan aku
tertidur dikelas . beruntungnya aku duduk bagian paling belakang jadi tidak
terkena omelan dari sensei . dan yang menyebalkan adalah aku tidur dikelas
tidak ada satupun siswa yang membangunkan diriku dan kulirik jam sudah sore .
kulihat cahaya sudah berwarna jingga . kubereskan alat-alat tulis beserta
teman-temannya . sepertinya aku pulang sangat terlambat , Ryou-nii juga tidak
menghampiriku atau menghubungiku . sepertinya nasi sudah menjadi bubur . apa
boleh buat untuk menutup kesepianku akan kucoba mencari pacar . Pacar ya? aku
sendiri tidak tahu rasanya pacaran itu seperti apa . ah iya tanya para
senpai-tachi saja! siapa tau mereka mau jadi pacarku ! dengan begitu aku bisa
jauh dari Ryou-nii! karena Ryou-nii paling tidak ingin aku berpacaran dengan
lelaki lain . ide bagus! tapi aku menyakitinya? aku tahu tapi aku sudah bosan
hidup seperti ini . aku tidak ingin kata-kata itu muncul selalu saat aku masih
di teikou dan di kaijou pun mesti begitu? sudah cukup kesabaranku kali ini dan
aku akan menjauhinya ...
Karena semakin aku dekat dengannya , Aku semakin merasakan
perasaan aneh berkecamuk dalam diriku . Aku tidak mengerti itu apa hanya saja
itu menyiksa diriku ...
.
.
.
Aku rasa tidak akan langsung pulang , aku ingin melampiaskan
rasa sedihku di majiba saja .
Saat di majiba aku hanya memesan banyak ice cream Sunday
cherry . dan tak sengaja aku melihat seseorang yang tak asing bagiku .
“Konbawa Kise-san .” Katanya menyapaku dengan minuman vanila
milkshake-nya .
“Konbawa Kuroko-Senpai” kataku membalas sapaanya
“Mau duduk bersama ?” Tanyanya padaku .
“Haik! ” Kataku lalu kami duduk berlawanan arah .
“Ano Kise-san bagaimana kabar Kise-kun?” Tanyanya memulai
percakapan . entah mengapa aku tidak ingin membahas Aniki . aku sedang
bermasalah denganya jadi itu mengapa aku disini .
“Senpai! kau masih suka vanila milkshake” Kataku mengalihkan
perhatiannya .
“Kau seperti tidak membicarakan Kise-kun ada masalah apa kau
denganya?” Tanyanya datar padaku .
“Ano... Kuroko-senpai gomene, aku hanya berpikir aku..ah
iya!” kataku teringat sesuatu .
“Kise-san kau sedikit aneh cara bicaramu .” Katanya datar .
“Ah gomen e..etoo hmm.. Senpai...” kataku mulai menjeda
perkataanku
“Ada apa?” Tanyanya kembali .
“Senpai , apa kau mau menjadi pacarku?” Tanyaku blak-blakan
dan membuat kuroko menyembur vanila milkshake-nya yang baru dia minum .
“Kise-san kau bicara apa? Apa aku tidak salah dengar?”
katanya menatapku dan ekspresinya tetap datar .
“Memang salah jika aku berpacaran denganmu senpai?!” kataku
bingung
“Kise-san.. ” Katanya lirih seperti memikirkan sesuatu untuk
mengatakan sesuatu padaku .
“Ti-Tidak boleeh!! Tetsu-kun hanya untukku Ryuu-chaan!!moo
!! jangan menyatakan se-seperti i-itu pada Te-tetsu-kun” Katanya yang tiba-tiba
datang menghampiri meja kami berdua .
“Satsuki-senpai!” kataku kaget saat dia mengatakan secara
tiba-tiba .
“Ryuu-chan kau cari cowok lain selain tetsu-kun! Kau tidak
bisa berpacaran dengannya nee?” katanya menegaskan kembali .
“Tapi Satsuki-senpai Kuroko-senpai belum memberikan jawaban
. ” kataku mengelak
“Tetsu-kun!” lirih Satsuki-senpai menatapnya seperti ‘kau
tolak permintaanya saja’ .
“Gomen Kise-san aku tidak bisa memberikan jawaban apa-apa
padamu .” katanya agak bingung dengan kondisi seperti ini .
“Kalau begitu jadinya aku tidak tahu lagi siapa yang bisa
aku jadikan pacar” kataku lirih dan ekspresiku berubah menjadi sedih .
“Hee? kupikir kau menyukai tetsu-kun!” kata Satsuki-senpai
kaget dengan kata-kataku .
“memang harus aku menyukai kuroko-senpai dulu baru aku boleh
jadi pacarnya?” kataku bingung dan mereka berdua sweatdrop menatapku .
“Kise-chan kalau kau bisa merasakan perasaan senang pada seseorang
yang membuatmu memikirkannya terus itu berati kau memiliki perasaan itu .” Kata
Satsuki-senpai memberikan saran padaku .
“Aku pernah memiliki perasaan seperti itu satsuki-senpai..”
kataku lirih seperti mengingat kejadian yang sudah lama . “Tapi kurasa aku
tidak terlalu mengingatnya hehe jadi aku tidak tahu rasanya seperti apa..”
kataku menggaruk-garukan kepalaku yang tidak gatal .
“Aku rasa aku bisa memberikan saran untukmu Kise-chan!
hmm... Coba kau bertanya pada Daiki-kun siapa tahu dia mau menjadi pacarmu! dia
jomblo loh” katanya memberikan ide . entah mengapa dia sedari tadi sepertinya
ingin aku tidak ‘memaksa’ kuroko-senpai jadi pacarku jadi memberikan ide lain
untukku .
“Baiklah.. Jyaa nee Satsuki-senpai , Kuroko-senpai” kataku
mulai bangkit dari dudukku dan pulang kerumah .
.
.
.
“Tadaima...” kataku lirih karena ku tahu ruangan ini kosong
. Ryou-nii juga sepertinya sudah dirumah . hanya saja terlihat sepi tidak ada
sahutan ‘okaeri’ . menyedihkan..
“Ryou-nii” kataku lirih didepan pintu kamarnya yang terlihat
lampu masih menyala . tanpa sadar aku meneteskan air mataku dan memanggilnya
lirih didalam hatiku . sesak rasanya seperti ini , entah mengapa sesak sekali
rasanya menahan perasaan yang berkecamuk dalam diriku seperti ingin menyiksaku
lebih lama . tak sadar aku mulai terkulai lemas didepan pintunya dan
menyenderkan badanku pada dinding dengan memeluk kedua kakiku . aku mulai
menunduk dan meneteskan air mataku .. sangat perih rasanya ..
sedih rasanya mengatakan yang tak ingin ku katakan ,
Rapuh rasanya melihat kondisiku yang menyadari satu hal,
Aku mulai menyukainya ,
Tapi aku tidak ingin terlalu jauh dengannya , atau perasaan
ini akan menyiksaku sepanjang hidupku .
Ryou-nii..
Kau membenciku kan sekarang?
Aku malah sebaliknya , apa kau akan memaafkanku?
.
.
.
TBC
Author’s note :
Doh lagi fokus buat test ujian malah nulis FF lagi /parahlu/
buat selingan aja ini FF iseng lagi dapet ide aja kalo jadi adeknya Kise Ryouta
kayak gimana yaa~ /waah/ . silahkan ripiuw gan~~ pengen sih publish di akun ff
cuman masalahnya mimin gakbisa makenya /payahluthorkananakTImasagabisa?/ bagi
yang berkenan berkomentar kasih masukan buat mimin agar FF ini gak ngebosenin .
jyaaa~~ nee~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar